Jumat, 20 Maret 2015

Wisata Arung Jeram Sungai Cipeles Sumedang


Sungai Cipeles membentang di sepanjang Kabupaten Sumedang. Aliran airnya menghiasi jalan kota Sumedang. Cipeles merupakan bagian dari Derah Aliran Sungai Cimanuk (Cimanuk Tengah) yang berada di Kab. Sumedang. Panjang Cipeles yaitu 61 Km dengan luas DAS 302 Km 2.

Secara geografis Sub DAS Cipeles membentang dari 107 0 45’34 – 108 0 01’57’’ Bujur Timur dan 06 0 45’57’’ – 06 0 57’59’’ Lintang Selatan. Secara administrative Cipeles melewati paling tidak 6 kecamatan. Mulai dari hulu sungai yaitu di daerah Kecamatan Sukasari hingga bermuara ke Sungai Cimanuk tepatnya berada di daerah Kecamatan Tomo. 

Wilayah-wilayah yang dilewatinya yang secara mudah dapat dilihat di sepanjang jalan raya Sumedang diantaranya adalah Pasanggrahan, Padasuka, wilayah kota sumedang, jalan jalur Situraja, Darmaraja, Wado, Cadas ngampar.

Tofografi Cipeles tak berbeda dengan sungai induknya yaitu CImanuk. Kedua sungai ini dibentuk oleh gunung-gunung yaitu sekitar 67.67 % sedangkan sisanya bertofografi datar sampai berbukit-bukit. Iklim di daerah ini didominasi oleh iklim tropis yang dipengaruhi oleh angin muson. Iklim Sub Das termasuk tipe iklim D, dengan curah hujan tahunan berkisar antara 645-2379 mm.
Cipeles tidak pernah kering sepanjang tahun. 

Anak sungai yang mengalir ke sungai Cipeles ada 11 anak sungai, yaitu Sungai Ciherang, Ciseda, Cipongkor, Cisugan, Cipicung, Cileuleuy, Cihonje, Cikoneng, Ciderma, Cicapar, dan Ciraden. Pada sub DAS Cipeles terdapat 6 pola penggunaan lahan yaitu sawah, pemukiman/kampong, kebun, tegalan/tanah kosong, dan hutan.

Apabila kita melewati dan menikmati perjalanan arus sungai ini, kita dapat merasakan suasana alam yang cukup sejuk. Sumber daya alamnya bermanfaat sekali bagi pertanian, perkebunan dan perikanan. untuk beberapa penggemar seperti mancing, ngecrik beunteur cipeles. Selain itu, hal yang tidak bisa kita tampik lagi adalah sungai ini juga sering digunakan untuk Mandi Cuci Kakus (MCK). Alhasil air sungai tercemar. Namun sedikit demi sedikit masyarakat di sekitar DAS Cipeles mulai meninggalkan kegiatan MCK seiring dengan pemberdayaan amsyarakat tentang kesadaran pola hidup sehat.

Di sepanjang alirannya, sungai ini menyimpan banyak batu-batu pualam. Sebagian orang ada yang sengaja mencari batu-batuan yang unik untuk diperjualbelikan.
Debit Sungai Cimanuk yang cukup tinggi karena telah berkontribusi sedikitnya untuk puluhan Daerah Irigasi (DI) di Sumedang bisa dimanfaatkan untuk hal lain yaitu berolahraga dan wisata. Tiada olahraga dan wisata yang cocok melainkan arung jeram.

Gimana..Tertarik kan..




Tidak ada komentar:

Posting Komentar